Pendidikan Kimia B Angkatan 2012

Sabtu, 03 Agustus 2013
Pendidikan Kimia B 2012


1
Weli yurina
2
Yoga wisnu dewanta
3
Bagus cahyanto
4
Desi kartila
5
Baddarudin sidik
6
Hayatun asradiah
7
Dea dian ratih nanggara
8
Ira sari
9
Sri murniarti
10
M.Fascal raiska putra
11
Esarani trikaryan
12
melly indah yani
13
Yuniarti
14
Cici hariyani
15
Anna maria D.A
16
Firmansyah .Q
17
Mega salawati
18
Mirnawati
19
Indrawati
20
M.Sholehat
21
Tiara destarika
22
M.Sodikin
23
Yurmida
24
Ana zuleha
25
Satiawati
26
Sofiani abdilah
27
Suri nur fitriani
28
Windi rahmawati
29
Tasrifudin
30
Putri hazarianti
31
Marsya paramita
32
Dwi yunita
33
Reska Dastri Okta

Pendidikan Kimia A1 Angkatan 2012

Kimia angkatan 2012 A1




No.
Nama
1
Fikri Imam Fadli
2
Ria Novita Sari
3
Puteri Caroline S.K
4
Muhammad Nur Najmi
5
Ainun Radhiana
6
Rismayana Fadila
7
Evy Indriani
8
Katherina Sabdaningtyas
9
Mila Karmila Wati
10
Wikke Prawitaningtyas
11
Linda Dwi Apecawati
12
Murni Nirwani
13
Singgih Mahasin
14
Tenti Muharamian
15
Toni
16
Wahdini A.W
17
Heldi Ariadi
18
Erin Purnamasari
19
Dewi Yona R
20
Vanny Anggraeni H
21
Ayu Ratna Swandewi
22
Luthfi Alhamdhani
23
Nur Puja Rosihana
24
Hery Krestian
25
Desy Oktariani
26
Mellyani
27
Sari Rahmawati
28
Sofwatul Umah
29
Settyo Dwi Panggayuh
30
Ismail
31
Dewi Aghisna
32
Maria Merianti L
33
Nadia Ulfa
34
Rahmawati
35
Santy
36
Elva Nopianti
37
Johandi
38
Hengky Arya Dinata
39
Felisitas Yeni
40
Dea Permatasari
41
Sofhiarifhi Aprillyana P.K
42
Afriyuni Andar
43
Ogi Deas
44
Lidya Sri Purwasih
45
Eka Wulandari

NANOFIBER

Sabtu, 20 Juli 2013
NANOFIBER
oleh : Desy Oktariani ( Pkima 2012)
Pada tahun 2010 sampai 2020 akan terjadi perkembangan luar biasa dalam penerapan nanoteknologi di dunia industri. Hal ini menandakan bahwa dunia saat ini sedang mengarah pada revolusi nanoteknologi.
Pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech (California Institute of Technology), 29 Desember 1959. dengan judul “There’s Plenty of Room at the Bottom”. Pada tahun 1980an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh Dr. Eric Drexler melalui bukunya yang berjudul “Engines of Creation: The coming Era of Nanotechnology”. Nanoteknologi adalah pembuatan dan penggunaan materi atau alat pada ukuran sangat kecil. Materi atau alat ini berukuran antara (1 – 100) nanometer (1 nm = 10-9¬ meter). Dengan nanoteknologi, material dapat disusun dalam orde atom-per-atom atau molekul per-molekul sedemikian rupa (Khardiansyah, 2013).
Salah satu bidang nanoteknologi yang sedang banyak dikembangkan adalah pembuatan nanofiber. Nanofiber adalah salah satu hasil temuan kimia yang mendapat perhatian khusus karena potensi pemanfaatannya yang begitu luas pada berbagai bidang. Nanofiber adalah serat yang mempunyai diameter kurang dari 100 nanometer. Ukuran nanofiber jauh lebih kecil dibandingkan dengan rambut manusia. Gambar dibawah ini menunjukan perbandingannya.



Pembuatan nanofiber dapat dilakukan dengan cara electrospining dengan alat electrospun yang menggunakan sumber elektrik untuk membentuk suatu garis-garis halus (fiber) dalam ukuran nano dari suatu cairan. Proses ini sangat menarik untuk membuat biomaterial polimer menjadi nanofiber. Nanofiber hasil electrospinning memiliki karakteristik yang menarik dan unik, seperti: luas permukaan yang lebih besar dari volume, memiliki sifat kimiawi, konduktivitas, dan sifat optik tertentu. Electrospining adalah proses yang relatif cepat, sederhana, dan murah dalam menghasilkan nanofiber dan teknik ini dapat menghasilkan nanofiber yang cukup panjang. Cara membuat serat nano adalah bahan polimer dilarutan pada pelarut yang sesuai. Polimer yang sudah dilarutkan lalu dipintal menggunakan alat electrospun. Contoh beberapa polimer dan pelarut yang digunakan terdapat pada tabel berikut :

NO.
POLIMER
PELARUT
1.
Nilon 6, Nilon 66
Asam formiat
2.
Poliakrilonitril
Dimetil formaldehida
3.
Polystiren
DMF/ Toluena
4.
Nilon-6-co-poliamida
Asam formiat
5.
Polibenzimidazol
Dimetil asetanda



Nanofiber memiliki aplikasi yang sangat menguntungkan dalam proses filtrasi karena memiliki luas permukaan yang lebih besar dan mikropori yang lebih kecil. Nanofiber ini sangat cocok untuk menyaring partikel-partikel submikron dari air ataupun udara, karena ukuran-ukuran fiber (serat-serat) yang sangat kecil, adanya gaya London-Van Der Waals merupakan hal yang penting untuk terjadinya adhesi antara serat dan bahan yang diserap.
Pesatnya perkembangan penelitian di bidang nanofiber sekarang ini, disebabkan oleh luasnya penggunaan serat di berbagai bidang, seperti industri tekstil, teknologi membran untuk filtrasi, dan masih banyak lagi yang lain.

REFERENSI Khardiansyah, Randy. 2013. Nanoteknologi. (online). (http://rundsakachi.blogspot.com/2013/04/nanoteknologi.html, diakses tanggal 20 Mei 2013).
Copyright @ 2013 Himdika FKIP Untan. Designed by Templateism | MyBloggerLab